Kabupaten Blitar dikenal sebagai daerah subur dengan tanah vulkanik yang kaya akan mineral. Tak heran jika berbagai tanaman tumbuh subur di wilayah ini, termasuk kopi.
Sejak zaman kolonial, Blitar menjadi salah satu sentra penghasil kopi, terutama jenis robusta dan excelsa. Kedua jenis ini tumbuh dengan baik di lereng Gunung Kelud dan Kawi, memberikan cita rasa yang khas dan unik bagi para pecinta kopi.
Menariknya, kopi di Blitar bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya lokal. Masyarakat setempat memiliki berbagai sebutan unik untuk kopi berdasarkan jenis, cara pengolahan, dan daerah asalnya.
Inilah beberapa kopi khas Blitar yang wajib Anda kenal:
1. Kopi Excelsa, Sang Raja dari Lereng Gunung
Kopi Excelsa adalah salah satu varietas kopi yang tumbuh di Blitar, terutama di daerah Gandusari, Nglegok, Doko, dan Wlingi. Excelsa merupakan salah satu jenis kopi langka yang hanya tumbuh di beberapa tempat di dunia. Ciri khasnya adalah aroma yang kuat dengan rasa sedikit asam dan nuansa buah-buahan.
Pohon kopi excelsa tumbuh lebih tinggi dibandingkan robusta atau arabika, dengan akar yang kuat dan tahan terhadap penyakit. Karena keunikannya, kopi excelsa sering dicari oleh para penikmat kopi yang menginginkan pengalaman rasa berbeda.
2. Kopi Ginwe, Giling Dewe yang Otentik
Ginwe adalah kependekan dari "Giling Dewe," yang berarti digiling sendiri. Jenis kopi ini umumnya berbasis robusta yang ditanam di pekarangan rumah. Petani atau warga setempat mengolah kopi ini secara mandiri, mulai dari pemetikan, pengeringan, hingga penggilingan.
Menariknya, kopi Ginwe sering dicampur dengan bahan lain seperti jagung atau beras, menciptakan cita rasa yang khas dan lebih ringan dibandingkan kopi murni.
3. Kopi Nongko, Pohon Besar, Rasa Berkelas
Nama "Kopi Nongko" muncul karena pohon kopi ini tumbuh tinggi dan besar, menyerupai pohon nangka. Biasanya, kopi jenis ini berasal dari varietas excelsa yang memang memiliki karakteristik pohon yang besar.
Kopi Nongko terkenal dengan rasanya yang unik—memiliki sedikit sentuhan rasa cokelat dan aroma khas yang tidak ditemukan pada kopi lainnya.
4. Kopi Jitu, Perpaduan Kopi dan Jagung
Nama "Jitu" berasal dari singkatan "Kopi Siji Jagung Pitu," yang berarti satu bagian kopi dicampur dengan tujuh bagian jagung. Racikan ini sering dikonsumsi sebagai kopi harian oleh masyarakat Blitar, terutama oleh kalangan yang tidak terlalu suka kopi pekat.
Campuran ini menciptakan rasa yang ringan, manis alami dari jagung, dan tetap memberikan sensasi menyeruput kopi tanpa efek pahit yang kuat.
5. Kopi Gandusari, Identitas Daerah
Kopi Gandusari merujuk pada kopi yang berasal dari Kecamatan Gandusari. Daerah ini terkenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi di Blitar, dengan metode pengolahan yang masih tradisional.
Kopi Gandusari umumnya berasal dari jenis robusta dengan karakteristik rasa yang kuat dan sedikit pahit.
6. Kopi Karanganyar, Warisan Nglegok
Sama seperti Kopi Gandusari, Kopi Karanganyar dinamai berdasarkan daerah asalnya, yakni Desa Karanganyar, Kecamatan Nglegok. Wilayah ini memiliki ketinggian yang cukup ideal untuk budidaya kopi, sehingga menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang baik. Cita rasanya seimbang, tidak terlalu asam, dengan sentuhan pahit yang pas di lidah.
Kopi Blitar, Warisan yang Harus Dijaga
Keberagaman kopi di Blitar menunjukkan bahwa kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari budaya dan identitas masyarakat. Dari kopi excelsa yang langka hingga kopi Jitu yang penuh kreativitas, setiap jenis memiliki cerita dan nilai historis tersendiri.
Sayangnya, produksi kopi tradisional Blitar kini menghadapi tantangan dari perubahan gaya hidup dan dominasi kopi instan. Oleh karena itu, perlu upaya untuk melestarikan dan mengenalkan kembali kekayaan kopi lokal ini kepada generasi muda serta pasar yang lebih luas.
Jika Anda pencinta kopi, cobalah menikmati secangkir kopi khas Blitar. Setiap tegukan adalah jejak rasa yang membawa Anda pada perjalanan melintasi lereng Gunung Kelud dan Kawi, menyatu dengan kekayaan alam dan tradisi yang tak lekang oleh waktu.
0 Comments
Tinggalkan jejak komentar di sini